Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2013

Gunung Berapi Indonesia yang terkenal Di Dunia karena letusannya

Gambar
Volcanic Explosivity Index (VEI) dikemukakan oleh Chris Newhall dari U.S. Geological Survey dan Steve Self dari Universitas Hawaii tahun 1982 untuk menyediakan pengukuran relatif dari besarnya letusan gunung berapi. 8. Gunung Kelud (VEI=4) Sejak abad ke-15, Gunung Kelut telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini pada tahun 1586 merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa. Sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat secara ekstensif pada tahun 1926 dan masih berfungsi hingga kini setelah letusan pada tahun 1919 memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar dingin menyapu pemukiman penduduk.   Pada abad ke-20, Gunung Kelut tercatat meletus pada tahun 1901, 1919 (1 Mei), 1951, 1966, dan 1990. Tahun 2007 gunung ini kembali meningkat aktivitasnya. Pola ini membawa para ahli gunung api pada siklus 15 tahunan bagi letusan gunung ini.  7. Gunung Merapi (VEI=4) Gunung Merapi adalah yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di ...

Petualang & Dialektika kontemplatif ( mencoba mengerti pecinta alam )

Mengapa mereka harus jauh - jauh, bersusah payah mendaki gunung, memanjat tebing atau menjelajahi gua? Adakah sesuatu yang berarti disana hingga Soe Hok Gie menghembuskan nafas terakhirnya di puncak Semeru atau George Mallory yang berulangkali mencoba memuncaki Everest tetapi akhirnya hilang dikemegahan Everest, dan jasadnya baru ditemukan beberapa tahun kemudian ( Jasad Mallory baru ditemukan secara utuh pada bulan Mei tahun 1999 ). Jawaban - jawaban filosofis banyak diberikan, mulai dari soal keberanian menghadapi tantangan, atau simaklah kata - kata Edward Abbey,  " Kami mencintai rasa kebebasan, kami menyukai bau bahaya, kami mengambil kebahagiaan dari perwujudan mental, spiritual dan upaya fisik ".  Atau renungan tokoh utama filsafat Dialektika, Hegel, yang mengatakan bahwa mendaki gunung adalah roh kehidupa. Pada abad pertengahan, para seniman romantik Eropa menganggap kemegahan gunung sebagai alternatif pencarian dan realisasi kreatifitas dari perenungan mendalam gej...

SEJARAH PERKEMBANGAN PECINTA ALAM DI INDONESIA

Istilah Pecinta Alam di Indonesia sebenarnya belum lama dikenal. Dahulu memang sudah ada kelompok-kelompok yang bergerak di bidang lingkungan hidup dan konservasi alam. Sejarah tentang kelompok Pecinta Alam, terutama yang ada kaitannya dengan upaya pelestarian alam, sudah tercatat sejak tahun 1912, dengan terbentuknya De Nederlandsh Indische Vereneging Tot Natuur Rescherming. Kemudian Pemerintah Hindia Belanda mulai terlibat secara konkret sejak tahun 1937, dengan terbentuknya Bescherming Afdeling Van’t Land Plantetuin. Sejak saat itu kegiatan kepecintaalaman mulai berkembang di Indonesia. Pada Awal tahun 1960-an kegiatan yang berorientasi pada pelestarian alam ini mendapat pengaruh yang cukup besar dari kegiatann kepanduan (scouting). Pandu, yang kini dikenal dengan nama Pramuka, berkembang pesat sejak tahun 1940-an, dan memang jenis kegiatan yang sering dilakukannya adalah kegiatan olahraga, rekreasi, petualangan, membaca jejak dan ketrampilan lainnya. Mau tidak mau, ...